FERDINAN GINTING
NDUNGNDUNGEN
(Pantun Suku Karo)
Ferdinan Ginting
2411355014
Pengertian
Ndungndungen merupakan pantun orang karo. Menurut Tarigan (1980: 70) ndungndungen dapat disamakan dengan pantun Melayu. Persamaan itu membentuk struktur ndungndungen yang terdiri atas empat baris sebait bersajak a b a b dua baris pertama berisi sampiran dan dua baris terakhir berisi isi. Setiap baris terdiri dari 3 atau 4 kata dan memiliki suku 7 hingga 10.
Umunnya ndungndungen ini digunakan oleh masyarakat karo khusunya bagi kaum muda untuk berbalas ndungndungen(pantun) pada saat ngumpul di kesain desa (tempat ngumpul pemuda karo dulu). Terkadang juga ndungndungen ini di pakai oleh orang tua untuk menyampaikan nasihat.
Ciri dari ndungndungen sendiri hampir sama dengan pantun melayu dua baris sajak penhantar dan dua isi umumnya terdiri dari 7 sampai 10 suku kata
Contoh
(1)
Buah kasma i kabanjahe
Kutukur ndube ku sanga ku barusjahe
Mama iting tuhu persip nake
Salah sitik perate ate
Buah kasma di kabajahe
Kubeli saat ke desa barusjahe
Mama iting betul pendiam
Hanya saja keras kepala
(2)
Matawari si pukul siwah
Deleng sinabun mbue kertahna
Sada wari kena la kuidah
Timbang setahun kuakap ndekahna
Mataahari pukul sembilan
Gunung sinabun banayak belerangnya
Satu hari kamu tak kulihat
Satu tahun terasa lamanya
Comments
Post a Comment