JATI WIRAGUNA

LELAKAQ

Jati Wiraguna

2411365014


Pengertian

Media ungkapan tradisional dikalangan Suku Sasak dikenal dengan sebutan Lelakaq yang memiliki fungasi sebagai sarana Pendidikan budi pekerti yang di dalamnya terkandung nasehat-nasehat, sindiran, serta nilai-nilai budaya yang berguna untuk kehidupan Masyarakat Suku Sasak. Lelakaq sendiri menyerupai pantun, terdiri dari empat baris berupa dua baris sampiran dan dua baris isi.


Contoh

(1)

Kadal ongak lek kesambi

Benang katak setakilan

Teajah onyak deninik matiq

Payu salak kenjarian


Kadal menonga dibawah pepohonan

Benang mentah satu gulungan

Dinasihati hati-hati, tak mendengarkan

Jadi salah yang di temukan


(2)

Lalo meken jok Perian

Bau pupak jari impan

Mun berajah pacu ntan

Adek ne kenak kenjarian


Pergi ke pasar jarian

Ngambil rumput untuk pakan

Kalau belajar harus sungguh-sungguh

Supaya nasibmu baik dimasa depan


PUISI MODERN


LAKSANA PENGEMBARA


Pintu semesta jalan menganga

Kala jendela nampak indah siluet senja


Jauh penghujung garis cakrawala

Aku pengembara menapak jejak larik sajak


Langkah demi langkah

Berpaling meninggalkan rumah


Luka rasa meradang menerjang

Terhalang pekat kabut suram

Menjadi susunan tembok tembok kelam


Perlahan ku hempaskan nafas


Seperti

Bilah pedang bersayap bara

Ku tak perduli dengannya

Menebas bebas nan terabas

[ .. ]

Kilau tenang jiwa katarsis

Menentukan daun daun takdir

Dalam rangkai tangkai pilihan

Yang berakar cinta

Sampai aku akan membuat dunia berkata

"Laksana sejati wira sang pengembara"


Yogyakarta, 17 September 24


CERPEN


Serpihan Cermin Takdir


Di kala sore itu aku berada di atas kapal dengan riuh ombak lautan yang menghantam sisi-sisi kapal, dengan angin yang meraba tubuh, senja yang memanjakan mata, juga kepakan sayap burung terbang bebas menari menuju cakrawala. Perlahan semuanya tenggelam menuju malam yang ku kira romansa bulan dan Bintang akan menemaniku, tetapi yang ternyata adalah gumpalan awan yang di mana ia membawa kilatan petir dan terlihat begitu mengerikan, ya aku berteduh di bawah atap kapal. Tak sabar ingin sampai di pulau sebrang dengan misteri yang tumbuh dalam ladang jiwaku yang kini adalah hampa. Tak sempat ku nikmati rintik hujan dan kilat petir itu karena mungkin aku belum bersedia untuk itu, hingga tak sadar ku pejamkan mata dan Ketika mata terbuka sungguh indah Mentari menyambut pagi itu dengan seekor lumba lumba di laut melompat lompat seakan menjadi tanda sebuah kebahagiaan menyambut pagi ku. Kini aku telah berlabuh di pulau sebrang yang di mana itu adalah pulau yang indah penuh dengan sebuah cinta. Menenteng koper berjalan menuju stasiun, sampai di stasiun sembari menunggu kereta datang aku memperhatikan orang-orang yang sibuk dengan dirinya sendiri namun ada juga tampak wajah yang terlihat begitu lara akan bahagia. Dari kejauhan terdengar suara kereta itu menghampiri ingin ku ucapkan selamat tinggal kepada seseorang namun tidak ada orang yang menemani ku sampai dimana aku mengucapkan selamat tinggal stasiun semoga kita berjumpa lagi. Kereta melaju dan aku duduk di antara kaca yang pemandangan adalah bumbu bumbunya.


Ketika di dalam kereta aku tersenyum sendiri karena terlintas kenangan dulu saat aku masih Bersama orang yang bersemayam dalam hati dan jiwaku yang kini nyatanya ia adalah bunga mawar yang tumbuh di gurun pasir. Memandang kejauhan dari dalam cermin kereta sampai aku terlelap sangat nyenyak. Hingga saat itu aku


mendengar suara panggilan dari dalam diriku, “Kemarilah dan lihat bunga-bunga ini” Aku mendekat dan berkata “sangat indah tentunya” Suasana indah yang tak pernah terbayangkan namun tentu bukan sebuah kebetulan, keindahan itu lenyap seketika datangnya tiga orang yang menenteng senjata lalu merebut dan memeluk Wanita  itu di depan mata ku, tanpa berkata amarah menguasai jiwaku. mengepalkan tangan dan ku layangkan satu pukulan ke salah seorang dari mereka tetapi sayangnya itu tak berhasil, lalu aku di sekap, di pukuli, dan ditahan oleh dua orang, satu dari tiga komplotan itu memeluk kemudian memegang tangan Wanita yang sedang bersamaku, aku berusaha untuk melawan sampai Dimana ia mengeluarkan senjata api dari saku bajunya lalu dengan cepat ia mengarahkannya

ke arah kaki dan dada ku sampai aku tersadar kalau Wanita itu malah tak memberontak di hadapan laki laki itu, dengan darah berlumuran di tubuh ku aku hanya tersenyum melihat ia begitu mesra di hadapan ku juga dengan Langkah romansanya pergi meninggalkanku tanpa sepatahpun kata ia tak berikan. “Rasakan itu mati saja kau sekalian, berani beraninya kau itu membawa kencan pacar bos kami”.. lalu berpaling meninggalkan ku. Aku hanya tersenyum dengan darah yang terus keluar  dari tubuhku.. aku terkapar di taman yang penuh dengan bunga bunga juga sinar senja yang hampir tenggelam. Memandang langit dengan menertawakan kebodohan diriku akan kata kata yang di berikan seorang wanita itu kepada ku saat pertama kali bertemu,”Aku tidak di miliki siapapun dan sekarang aku hanya milik mu seorang”. Aku terus tertawa dengan air mata juga darah yang bersimbah di tubuhku.. sampai kesadaran ku mulai hilang aku menutup mata dan berpasrah akan kematian ku di sebuah taman bunga dengan cinta yang di tinggalkan oleh seorang wanita yang ku kira ia benar benar tulus akan mencintaiku. 


“Jangan putus asa”.. kata itu berulang kali terdengar di telingaku perlahan aku membuka mata dan melihat ada seorang bidadari yang tiba-tiba saja  meraba luka tembakan fatal di dadaku.. perlahan juga rasa sakit di dadaku itu

menghilang. “Maaf aku hanya bisa mengobati luka yang ada di dadamu saja karena kekuatan ku tak cukup lagi untuk mengobati luka di kaki mu itu karena sayap ku kini sedang patah jadinya kekuatan ku tidak sepenuhnya pulih”.. Aku terkejut dan terbangun dari keputus asaan itu.. “Maaf  membuat mu terkejut, aku telah melihat apa yang semua telah terjadi di taman

ini karena ini adalah tempat yang paling aku suka ketika senja hadir menyapa dan di sambut oleh keindahan bulan juga kerlip bintang setelahnya.. Kau sungguh lelaki yang malang akan cinta” Ungkapnya acuh tak acuh aku langsung berkata setelah melihat sayapnya yang patah “mengapa sayapmu patah?”. Terdiam beberapa saat kemudian ia menjawab “Iya aku akan menceritakannya padamu.. Ini adalah akibat dari diriku yang mengharapkan sebuah kebebasan dari laki laki yang ku cintai, aku hanya ingin sesekali terbang tinggi ke langit langit senja akan tetapi ia tak suka melihatku terbang dengan ke dua sayapku ini, dengan itu ia langsung mematahkan satu sayap ku sebagai hukuman karena diriku tidak mendengarkan apa yang ia katakan.”, “sebentar tunggu aku disini dan jangan ke mana-mana” ungkap ku.. dengan rasa sakit  di kakiku aku berusaha mencari tanaman obat yang di sekitar taman bunga lalu tak lama aku Kembali dan mengobati luka bidadari itu.. begitu cepat luka sayap itu Kembali pulih namun mungkin tidak dengan hatinya, sungguh indah dan bahagia aku melihat iya kembali bisa terbang bebas dengan kedua sayapnya.. kemudian bidadari itu mendekatiku dan menyembuhkan luka yang

di kakiku, dan begitu cepat rasa sakit itu menghilang “Terimakasih” ujarnya. “bangun.. bangun..bangun..” terdengar suara dari petugas kereta api itu “Kita sudah sampai di tujuan anda” ujarnya.. Dan aku terkejut “Oh iya pak maaf” Sambutku.. Setelah keluar dari stasiun kereta aku memaki maki petugas kereta itu dalam hati.. “Padahal mimpi itu begitu indah dan penuh dengan misteri dan sialnya aku juga belum sempat mengucapkan terimakasih”

… “Aku ingin bertemu dengan bidadari itu lagi” ungkapku di perjalanan menuju rumah singgah sederhana di sudut kota.. beberapa meter dari rumah singgah tak sengaja aku berpapasan dengan wanita yang begitu tampak persis seperti bidadari yang singgah di mimpi dan menyelamatkanku di dalam mimpi itu.. dengan kehadirannya juga keindahannya yang begitu misterius tampak nyata dengan sosok wanita yang aku temui, entah kenapa saat melihatnya serasa ada misteri yang kini menyelimuti jiwaku yang kosong itu tiba tiba tumbuh bunga yang penuh dengan misteriusnya. “Apakah ini adalah sebuah cinta? Kalau demikian benar adanya, aku tak akan berkata untuk cinta akan tetapi cinta akan mengatakan cinta itu sendiri dengan sendirinya.”. Aku muak berfikir akan cinta. Di kala sore itu aku pergi untuk bersenang senang dengan pasir pantai dengan riuh ombak, burung burung, hembusan angin menjadi lantunan lantunan keindahan dalam diriku. Pandanganku tiba tiba mengarah ke sebuah batu yang perempuan itu ternyata sedang duduk di atasnya, kini jauh lebih dari kata bidadari atau apapun itu tak cukup untuk dirinya. Ntah detak jantung itu serasa lebih kencang dari biasanya, aku memberanikan diri untuk mendekatinya, lalu ku ulurkan tanganku dan berkata “Terimakasih” ia terheran mengapa aku begitu namun juga ia tampak tersenyum kala aku memandang bola matanya itu. Tanpa berkata lebih dari itu aku membalikkan badan lalu meninggalkan jejak kaki di dekatnya. Ya Tuhan jika itu adalah salah satu bentuk cinta-Mu apakah seorang hambamu yang luput akan dosa masa lalu ini patut untuk menerima itu? Jikalau ia petunjukkmu ialah satu satunya misteriusku.

Tuhan ternyata mencintaiku dengan lebih dari sedehananya sesuatu.


Comments

Popular posts from this blog

MARIO ANDAL PULU

SYAFIRA AYU LARASATI

SERENADE TRESORA RIYADI